Agar Tidak Tertipu oleh Developer Perumahan

developer perumahan

Beberapa akhir ini muncul pemberitaan tentang kasus penipuan yang dilakukan oleh pihak developer perumahan. Jika hal ini terjadi, maka pembeli atau konsumenlah yang akan merugi. Impian memiliki hunian idaman yang direncanakan sejak lama pun terpaksa pupus. Hal inilah yang harus dihindari saat membeli rumah pertama. Sebaiknya kenalilah developer atau agen properti yang bersangkutan. Anda dapat mengenali agen properti yang bersangkutan dengan mengetahui rekam jejak melalui sosial media atau digital. Kedua, konsumen harus berani meminta dokumen perizinan kepada developer dengan menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kenalilah Developer Perumahan Anda agar Tidak Tertipu

Mampu untuk mengenali agen developer perumahan yang bersangkutan melalui kemajuan teknologi saat ini seperti sosial media dan situs lainnya. Selain dari segi teknologi, kenalilah agen developer perumahan properti dengan melihat dari segi kelengkapan ijin developer seperti : dalam hal ijin peruntukkan tanah (meliputi aspek ijin lokasi, site plan yang telah disahkan oleh pihak berwenang, penatagunaan lahan, surat-surat seperti Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT), Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Surat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB)), kemudian dari segi sarana prasarana, apakah sudah tersedia dengan baik, lengkap atau belum, dan dari segi kondisi tanah yang matang.

            Selain mampu untuk mengenal agen developer perumahan dengan baik, sebaiknya carilah informasi tentang sertifikat yang dikeluarkan apakah masih menggunakan nama developer atau tidak. Jika masih menggunakannya, berikut beberapa proses yang harus dipahami sampai menjadi nama pembeli. Implikasinya adalah bahwa Bank tidak akan bersedia untuk menerima ‘take-over’ jika status sertifikat belum atas nama pemilik karena penjualan rumah akan sulit dilakukan jika calon pembeli belum mendapatkan SHM. Namun, ada beberapa bank yang masih mau menerima take-over kredit jika developer sudah kerjasama dengan bank (proses ini  masih menyesuaikan dengan tiap bank).

            Agar tidak tertipu, biasanya developer perumahan yang berkualitas dengan baik selalu meminta pembayaran melalui KPR inden bukan KPR in-house. Biasanya kewajiban developer diatur secara jelas dalam perjanjian jual-beli. Jadi bacalah dengan detail isi keseluiruhan surat serah terima sebelum penandatanganan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *