Cek ! Legalitas kepemilikan rumah

Gali Informasi tentang Status Legalitas Kepemilikan Anda

Buat Anda yang hendak membeli hunian pertama, jangan sembarangan membeli rumah ya! Mengingat harga rumah yang semakin tahunnya relatif naik dan mahal. Maka persiapkan dengan tepat sesuai dengan kebutuhan Anda dan bukan sesuai dengan keinginan Anda. Apalagi tentang legalitas kepemilikan rumah harus benar benar diperhatikan.

Ada yang mengatakan bahwa “Proses Jual Beli Rumah Artinya Beli Gambar”. Ungkapan diatas cukup benar karena rumah yang dijual oleh developer perumahan memang belum jadi. Yang ada baru maket gambarnya, “jual gambar” istilahnya. Kenapa jual maket atau indent istilahnya ? Karena pihak developer mengandalkan pencairan dana dari KPR untuk membangun rumah. Sebagai pembeli, sangat penting memperhatikan legalitas kepemilikan rumah. Anda harus mendapatkan pinjaman KPR terlebih dahulu supaya rumah bisa dibangun oleh pihak developer. Serah terima rumah jadi baru dilakukan beberapa bulan kemudian. Karena proses jual beli rumah yang belum jadi seperti ini, muncul adanya konsekuensi legalitas.

            Hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa legalitas kepemilikan rumah terhadap tanah yang dibiayai oleh KPR ada dua :

1. Legalitas Kepemilikan Rumah berupa Hak Milik

Legalitas Kepemilikan Rumah

           

SHM merupakan jenis sertifikat dengan kepemilikan hak atas penuh oleh pemegang sertifikat. Status SHM juga tak memiliki batas waktu. Sebagai bukti kepemilikan paling kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan transaksi jual beli maupun penjaminan untuk kepentingan pembiayaan perbankan.

Tanah dengan sertifikat jenis ini hanya boleh dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) bukan warga negara asing. Karateristik tanah dengan sertifikat SHM merupakan tanah yang paling tinggi (mahal harganya). Jadi, jika Anda ingin menginvestasikan dalam properti tanah tentunya memiliki SHM dengan nilai yang bagus.

Keuntungan bagi Anda yang memiliki tanah dengan sertifikat SHM adalah sertifikat SHM dapat diwariskan secara turun temurun kepada keluarga Anda, tidak ada batasan waktu (bisa digunakan jangka panjang), sertifikat SHM dapat dijadikan sebagai jaminan untuk kredit, sertifikat SHM tidak dapat diperjual-belikan.

2. Hak Guna Bangunan

Legalitas kepemilikan rumah
Kadar malibela residence

            HGB (Hak Guna Bangunan) adalah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau suatu hak yang didapatkan untuk menggunakan sebuah lahan yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu panjang atas permintaan pemegang hak mengikat keperluan serta keadaan bangunan-bangunannya dan dapat diperpanjang sampai dengan jangka waktu maksimum 20 tahun.

            Keuntungan bagi Anda yang memiliki tanah dengan sertifikat HGB adalah bahwa HGB tidak membutuhkan dana besar, sertifikat HGB bisa dimiliki oleh Warga Negara Asing (Non WNI), dan bisa Anda gunakan sebagai peluang usaha yang tidak memerlukan jangka waktu lama. Hal inilah yang membuat sertifikat HGB tidak bebas, karena jangka waktu yang terbatas.

            Jadi, itu tadi legalitas kepemilikan rumah yang bisa Anda pilih. Untuk perbedaannya sendiri terletak pada tingkat kuasa dan jangka waktu kepemilikan properti. Maka dari itu jika Anda memiliki tekad untuk menetap di bangunan dan tanah dalam jangka waktu yang panjang dalam artian menginvestasikan uang Anda untuk jangka panjang, sebaiknya membeli property dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM).

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *