perbedaan rumah subsidi

Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersiil

Kebutuhan akan hunian makin tinggi, apalagi pemerintah saat ini sangat cepat dalam menggalakkan rumah subsidi di Indonesia. Namun apa sih perbedaan rumah subsidi dan rumah komersiil itu ? Menurut data saat ini, masyarakat mulai dari umur 25 tahun ke atas sangat gencarnya ingin memiliki rumah subsidi. Yuk cari tahu ..

Indonesia memiliki kebijakan khusus dalam program pembangunan perumahan sehingga beberapa developer atau pengembang berlomba-lomba untuk menciptakan dan membangun rumah subsidi. Namun perlu dicermati nih apa saja perbedaan dari keduanya ? Kami akan mengulas secara lengkap melalui artikel di bawah ini yaaa

1. Dari Segi Harga Jual Rumah

Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersiil yang pertama dan cukup mencolok ialah dari segi harga jual rumah. Rumah Subsidi sendiri memliki harga yang terpaut lebih mahal dengan rumah komersiil. Hal ini karena, rumah subsidi telah mendapat bantuan dari pemerintah sehingga harganya jauh lebih murah. Tidak dikenakan harga PPN juga mendorong harga jual rumah subsidi lebih murah. Selain itu, rumah subsidi memiliki suku bunga yang lebih murah daripada rumah komersiil, yakni sekitar 5% saja. Karena lagi-lagi, rumah subsidi mendapat bantuan bunga kredit oleh pemerintah yang disebut dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah) , cicilan rumah subsidi pun akan tetap atau flat serta tidak berubah sampai rumah tersebut dilunasi oleh customer karena jaminan dari pemerintah.

2. Dari Segi Fasilitas

Perbedaan kedua rumah subsidi dan rumah komersiil ialah fasilitas yang disediakan. Pada umumnya, antara rumah subsidi dengan rumah komersiil memiliki perbedaan yang tidak terlalu mencolok. Misalnya dari segi fasilitas ruangan yang disediakan, jika rumah subsidi menyediakan satu ruang tamu, satu kamar tidur, satu kamar mandi, namun untuk rumah komersiil tentunya menyediakan fasilitas yang banyak karena rumah komersiil cenderung memiliki ruang yang lebih luas daripada rumah subsidi. Umumnya, rumah subsidi telah memiliki aturan yang standar yang telah diberikan oleh pemerintah. Fasilitas lainnya bisa berubah atau direnovasi sendiri oleh pihak pembeli rumah namun membutuhkan biaya yang cukup ekstra. Dan daris egi tampilan serta desain rumah subsidi memiliki desain yang simple.

3. Dari Segi Spesifikasi Luas dan Ukuran Tanah

Perbedaan ketiga rumah subsidi dan rumah komersiil ialah dari segi spesifikasi luas dan ukuran tanah, umunya rumah subsidi memiliki luas dan ukuran yang sama dengan rumah satu deret lainnya yakni dengan tipe luas maksimal 36 m (Tipe 36), sedangkan rumah non komersiil memiliki ukuran luas dan tanah yang berbeda bisa saja sama dnegan ukuran luas dan tanah dengan rumah subsidi tetapi bisa saja lebih luas sekitar 40 m (tipe 40). Namun untuk rumah subsidi dengan ukuran luas dan tanah sekitar 36m dirasa cukup dan ideal untuk rumah pasangan muda atau yang hendak ingin hidup mandiri dan berencana memiliki rumah sendiri. Untuk speifikasi sendiir bagi rumah subsidi ialah memiliki spesifikasi yang memiliki standar pemerintah untuk rumah layak huni dengan penawaran yang berbeda-beda pada tiap pengembang sesuai dengan harga jual yang telah ditawarkan.

4. Dari Segi Lokasi Rumah

Perbedaan keempat pada rumah subsidi dan rumah komersiil ialah peletakan lokasi pada rumah subsidi, umumnya rumah subsidi akan memiliki lokasi yang berada pada kawasan industri / pabrik, berada di pinggiran kota, sehingga cukup jauh dari berbagai fasilitas umum. Karena umumnya rumah subsidi dibangun bagi masyarakat yang hidup mandiri namun tetap menawarkan dengan berbagai fasilitas terbaik. Maka dari itu pilihlah rumah yang sudah dikembangkan dengan baik. Berbeda dengan rumah komersiil, rumah komersiil akan terletak pada lokasi pusat kota yang mudah dijangkau dengan fasilitas lainna seperti rumah sakit dan lainnya.

5. Dari Segi Renovasi Rumah

Perbedaan kelima ialah terletak pada masalah merenovasi atau mengupgrade rumah. Jika pada rumah subsidi umumnya butuh biaya yang cukup banyak untuk merenovasi rumah karena desain dan model yang seragam dengan rumah subsidi lainnya. Pada rumah subsidi umumnya memiliki aturan waktu dalam merenovasi rumah yakni bisa dilakukan setelah 2 (dua) tahun pertama. Hal ini tentunya membuat si pemilik rumah bisa bersabar dan emngumpulkan biaya yang cukup banyak untuk merenovasi rumah. Apabila di kemudian hari, si pemilik rumah menjualnya namun pembayaran sebelumnya dilakukan secara kredit dan belum lunas maka harga jualnya akan mengikuti harga rumah subsidi di daerah tersebut.

Nah itu tadi beberapa perbedaan antara rumah subsidi dan rumah komersiil yang perlu #kadarpeople ketahui yaaaa. Salah satunya dengan mencoba melihat rumah subsidi yang ada di Kadar Baru Berkah yaaa

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *