Tak Perlu Takut Gaji dipotong Karena Covid

Bisa bekerja maksimal meskipun gaji dipotong karena covid

gaji dipotong karena covid
gaji dipotong karena covid

Tahun 2021 sudah mulai berjalan, masih ada beberapa perusahaan yang masih menerapkan sistem #workfromhome. Banyak anggapan positif maupun negative dari sebagian karyawan. Beberapa menganggap bahwa #workfromhome membuat sistem kinerja menurun karena harus menyesuaikan kembali dengan data yang ada di kantor dengan di rumah. Lain halnya yang menganggap bahwa #workfromhome akan membuat kerja makin produktif, bisa sambil melakukan aktifitas lainnya.

Sudah banyak diketahui dengan masih menyebarnya pandemic COVID-19 ini membuat sulit sebagian banyak orang di berbagai belahan negara. Semua kehidupan, harapan yang telah direncakan mau tidak mau harus dirubah karena tidak mungkin memaksakan aktifitas berjalan dengan lancar.

Persoalan ini bukanlah penyakit yang terbilang ringan, penyakit covid-19 ini merupakan virus yang jika dibiarkan akan menyebar dan memakan korban lebih banyak lagi. Kurangnya pengetahuan untuk menjaga diri akan lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh.

Maka dari itu, World Health Organization (WHO) menghimbau seluruh masyarakat di belahan negara untuk melakukan sistem baru yakni mulai dari social distancing, physical distancing. Dengan menfokuskan pada para pekerja untuk melakukan pekerjaan di rumah. Apapun kegiatan mulai dari bekerja, peribadatan, dan berbelanja akan kebutuhan dilakukan dalam waktu yang tidak sering.

Akibat dari himbauan tersebut ialah salah satunya adanya pemotongan gaji karyawan di Indonesia dan harus wfh. Kali ini kami akan membantu kalian semua untuk melakukan beberapa tips yang bisa membantu mengelola keuangan selama wfh agar tidak menyurut.

Simak tips berikut ini yaaa, ayo tak perlu takut gaji dipotong karena covid

Mencoba untuk Memotong Pengeluaran

Bagi para pekerja yang perusahaannya sudah mulai memberlakukan #workfromhome harusnya bisa mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Bukan tidak mungkin, dengan berlakunya wfh dan gaji dipotong ini maka pengeluaran harusnya lebih sedikit dari biasanya. Karena kamu tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk transportasi seperti membeli bensin atau naik kendaraan umum seperti ojek online atau bus dan transportasi lainnya.

Dengan diterapkannya wfh ini juga bisa lebih memangkas kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja atau bepergian ke mall atau tempat hiburan. Cobalah pindahkan kebutuhan seperti menonton film di bioskop, hangout bersama teman untuk kebutuhan lain yang lebih penting dengan membeli kebutuhan makan dan memasak di rumah. Tetaplah berbelanja dengan harga murah yaa agar tidak menghabiskan pengeluaran selama wfh berlaku. Bagaimana tak perlu takut gaji dipotong yaa

Tidak Perlu Lagi untuk Meminjam Uang Sembarangan

            Pemotongan gaji karyawan selama workfromhome ini bisa menjadi dampak krisis keuangan bagi siapa saja. Bisa jadi, melakukan pinjaman ke teman atau saudara untuk menutup kekurangan selama wfh berlaku. Eits.. tapi ini tidak baik ya. Tidak perlu lagi untuk meminjam uang sembarangan kepada teman atau saudaramu. Coba untuk menahan meminjam uang karena krisis akibat pandemi covid-19 ini bisa berpengaruh luas nantinya. Bisa jadi uang yang kamu pinjam sekarang, akan menumpuk banyak di bulan berikutnya. Dan gaji yang kamu peroleh habis hanya untuk mengganti uang pinjaman saja. Meminjam boleh asal tak perlu takut gaji dipotong.

Tetap Rajin Menabung

            Satu hal ini memang terkadang agak menyulitkan tapi cobalah untuk tetap rajin menabung meskipun pemasukan lagi menyurut. Yakinlah dengan pepatah semasa kecil, tabung sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Rajin menabunglah, agar tak perlu takut gaji dipotong.

Namun perlu diinget yaa #kadarpeople, jika Indonesia terbebas dari virus covid-19 ini mulai tutuplah pengeluaran ekstra selama wfh berlangsung yaa seperti semula. Jadi meskipun gaji dipotong karena covid masih memiliki uang tambahan lainnya. Tetap ikuti terus artikel kami yaa di kadarrealty.co.id !

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *